Berita

ilustrasi

Ansyad Mbai: Menggembirakan, Banyak Ormas Ajukan Proposal Deradikalisasi

JUMAT, 06 MEI 2011 | 15:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ada dua strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menangani terorisme. Pertama, strategi penindakan, yaitu memperkuat apa yang dilakukan Densus 88 Anti-Teror dan Kepolisian. Yang kedua adalah strategi pencegahan, khususnya program deradikalisasi.

"Program deradikalisasi ini adalah untuk menghambat dan mencegah berkembang paham radikalisme," kata Kepala BNPT, Ansyaad Mbai, dalam diskusi di ruang pers DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (6/5).

Dia menjelaskan, radikalisme adalah ibu kandung terorisme. Artinya, terorisme berkembang dari paham radikalisme, apalagi radikalisme yang mengatasnamakan agama. Nah, untuk menanggulangi paham radikal yang berdimensi agama inilah, BNPT menggandeng tokoh-tokoh agama dan masyarakat.


"Beberapa ormas (organisasi kemasyarakatan) sudah mengajukan proposal. Ini sangat menggembirakan. Semua peduli dengan masalah ini," katanya.

Dia memandang, para ulama dan tokoh masyarakat sudah melakukan pencegahan lewat gerakan deradikalisasi. Tapi, yang ia sayangkan, sejauh ini gerakan deradikalisasi masih bergerak parsial, sendiri-sendiri.

Masih kata Ansyad, dengan adanya BNPT diharapkan program deradikalisasi berjalan secara terkoordinir. BNPT juga sudah menggandeng beberapa ormas, universitas dan Majelis Ulama Indonesia.

"Kita sudah punya program dengan MUI sejak tahun lalu, kita turun ke daerah-daerah. MUI menyebutnya program Islam rahmatan lil alamin. Saya sendiri ikut di beberapa kota. Saya kira sangat bagus," pujinya.

Begitu juga dengan Nahdlatul Ulama. Organisasi kaum nahdliyin ini sudah melakukan pelatihan kepada para dainya. Dilatih itu dijelaskan bagaimana cara untuk mencegah paham radikalisme. Setelah dilatih, para dai itu akan diterjunkan ke kantong-kantong radikalisme.

"(Ada Juga) Dengan universitas. Contohnya dengan UIN Malang. Kita ada MoU melakukan kajian radikalisme, dan sudah jalan," tegasnya. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya