Berita

ilustrasi

Kepala BNPT Bantah Kemiskinan Jadi Faktor Utama Terorisme

JUMAT, 06 MEI 2011 | 11:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Terorisme tidak akan mati hanya dengan kematian pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Terorisme bermotif  ideologi. Satu gerakan ideologis tidak otomatis berhenti karena figurnya mati atau tertangkap. Contoh nyatanya ada di Indonesia, penyergapan beberapa tokoh terpenting teroris tidak menghentikan aksi jaringannya hingga kini.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyaad Mbai, dalam diskusi di ruang pers DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (6/5). Sedangkan mengenai pertumbuhan radikalisme, menurutnya, banyak sekali teori yang bisa menjelaskan itu. Tapi, dia membantah kalau kemiskinan dan ketidakadilan sebagai faktor.

"Kalau  masalah itu (kemiskinan) sudah ada dari dulu. Dan sekarang kan sudah terbukti, Pepi, Noordin bahkan Osama bukan orang miskin. Begitu juga yang  lain. Masalah ketidakadilan kan di mana-mana. Tapi kan tidak di mana-mana ada teror," ujar Ansyaad.


Menurutnya, terorisme terjadi akibat korelasi berbagai faktor yang kemudian mengkristal menjadi rasa perlakuan tidak adil. Ketidakadilan menjadi tema dasar yang diusung para teroris. Namun tidak otomatis orang yang mendapat perlakuan tidak adil itu kemudian melakukan teror.

"Yang jadi masalah adalah, dalam situasi ketidakadilan yang berlangsung lama dan meluas kemudan muncul gagasan dari kelompok tertentu dengan ideologi radikal mengatasnamakan hal yang paling sensitif, agama. Agama itu memang faktor pemicu yang paling utama. Kalau lihat sejarah, sampai abad 19, faktor utama penyebab terorisme adalah agama. Abad 20 baru bervariasi, etnonasionalis, reaksioner, dan agama," paparnya.

Al Qaeda misalnya, lanjut Ansyaad, Osama berprinsip, selama ada tentara "kafir" di tanah suci orang Islam, selama itu pula mereka akan melawan. Tapi yang mendasarinya adalah pemahaman keagamaan yang sangat ekstrem, bahkan menganggap dirinya mewakili Tuhan.

"Menghabisi musuh Tuhan. Mereka defenisikan sendiri musuh itu apa, lalu mereka eksekusi sendiri," tegasnya.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya