ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Terorisme tidak akan mati hanya dengan kematian pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Terorisme bermotif ideologi. Satu gerakan ideologis tidak otomatis berhenti karena figurnya mati atau tertangkap. Contoh nyatanya ada di Indonesia, penyergapan beberapa tokoh terpenting teroris tidak menghentikan aksi jaringannya hingga kini.
Demikian dijelaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ansyaad Mbai, dalam diskusi di ruang pers DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (6/5). Sedangkan mengenai pertumbuhan radikalisme, menurutnya, banyak sekali teori yang bisa menjelaskan itu. Tapi, dia membantah kalau kemiskinan dan ketidakadilan sebagai faktor.
"Kalau masalah itu (kemiskinan) sudah ada dari dulu. Dan sekarang kan sudah terbukti, Pepi, Noordin bahkan Osama bukan orang miskin. Begitu juga yang lain. Masalah ketidakadilan kan di mana-mana. Tapi kan tidak di mana-mana ada teror," ujar Ansyaad.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 16:19
Rabu, 29 April 2026 | 16:10
Rabu, 29 April 2026 | 16:09
Rabu, 29 April 2026 | 16:05
Rabu, 29 April 2026 | 15:56
Rabu, 29 April 2026 | 15:44
Rabu, 29 April 2026 | 15:42
Rabu, 29 April 2026 | 15:37
Rabu, 29 April 2026 | 15:27
Rabu, 29 April 2026 | 15:25