Berita

ilustrasi

Menurut Gus Dur Cikal Bakal NII Konstitusional

RABU, 04 MEI 2011 | 22:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kehadiran isu Negara Islam Indonesia (NII) atau gerakan lain yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI harus dibaca secara jeli. Saat ini hampir tidak ada gerakan yang betul-betul dimotivasi ideologi.

Darul Islam yang kerap dianggap sebagai cikal bakal NII pun awalnya bukan gerakan yang didasari pada keinginan ideologis mendirikan sebuah negara yang menggunakan Islam sebagai dasar negara.

Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, mengutip pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang pernah didengarnya mengenai riwayat pendirian Darul Islam Indonesia (DII). Ketika bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa pekan sebelum meninggal dunia, Gus Dur mengatakan bahwa DII adalah gerakan konstitusional untuk mengagalkan negara boneka bentukan Belanda menyusul berakhirnya Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Gerakan itu direstui oleh empat tokoh bangsa, yakni Presiden Sukarno, Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ketua Umum PB NU Wahid Hasyim dan SM Kartosuwiryo. DII ini dipakai untuk menghadapi Negara Pasundan. Ada semacam janji politik yang tidak terpenuhi setelah RIS dan Negara Pasundan berakhir. Inilah yang mengawali pemberontakan Kartosuwiryo yang merasa tidak dapat apa-apa.

Begitu juga dengan gerakan serupa di Sulawesi Selatan yang dipimpin Kahar Muzakkar, seorang perwira TNI yang dikirim ke Makassar untuk menghadapi kelompok yang tidak puas karena terkena kebijakan rasionalisasi jumlah tentara. Belakangan Kahar Muzakkar bergabung dengan teman-temannya dan menggunakan berbagai simbol untuk melawan Jakarta sebelum menggabungkan diri dengan gerakan Kartosuwiryo.

"Mulai dari kedekatan Bung Karno dengan kiri, sampai permintaan agar sila pertama Pancasila dikembalikan ke teks Piagam Jakarta," ujar Teguh.

Di Aceh, gerakan serupa beberapa waktu kemudian pun lebih didasarkan pada motivasi politik dan persaingan ekonomi.

"Bacalah The Price of Freedom karya Tengku Hasan Di Tiro. Di situ disebutkan apa motivasi dia (mendirikan GAM). Seringkali kita a-historis akhirnya gampang digerakkan ke satu isu yang tidak lebih fundamental daripada kenyataan mengapa sampai ada pasangan suami istri yang bersepakat untuk gantung diri," demikian Teguh.

Kasus gantung diri pasangan suami istri yang dirujuknya terjadi beberapa waktu lalu di Riau.[arp]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya