Berita

Inilah Dua Model Jihad yang Diajarkan di NII

RABU, 04 MEI 2011 | 16:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam proses kaderisasi, gerakan Negara Islam Indonesia (NII) meminta calon kadernya untuk meninggalkan status warga negara Indonesia.

Hal itu yang juga dialami mantan kader NII, Sukanto yang di kemudian hari akhirnya tobat. Katanya, setelah sepakat untuk bergabung, Sukanto pun di baiat dan mata ditutup di daerah yang tidak ia ketahui. Karena bergabung harus melepaskan diri dari Indonesia.

"Saya pun berikrar untuk meninggalkan kewarganegaraan Indonesia," kata Sukanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Crisis Center, dalam diskusi di dialog kenegaraan," Penanganan NII di Berbagai Daerah" di komplek parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 4/5).


Sukanto yang pada awalnya tidak tahu apa itu Darul Islam, karena tak pernah ada dalam pelajaran sejarah di bangku kuliah juga mengatakan, setelah dibaiat, baru kader-kader baru itu dipulangkan. "Setelah itu baru dipertemukan dengan sel-sel yang lain," ungkapnya.

Setelah itu, Sukanto pun mulai berjihad. Ada dua model jihad yang dijalankan. Pertama, jihad harta. Kedua, jihad diri dengan cara merekrut orang sebanyak-banyaknya.

Dalam perjalanannya, orang yang sudah menjadi bagian dari NII tidak boleh membuka identitas diri. Karena identitas itu laksana aurat yang harus ditutupi. Dan anggota NII tidak boleh kroscek ke orang lain tentang NII.[arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya