Berita

ilustrasi nii

Mantan Kader NII: Jihad Itu Seksi

RABU, 04 MEI 2011 | 15:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketertarikan seseorang terhadap gerakan Negara Islam Indonesia bukan hanya karena cuci otak. Namun, ada juga yang tertarik karena materi yang diajarkan.

Setidaknya, itulah yang dialami Sukanto, mantan kader NII yang kini tobat. Persentuhannya dengan NII saat dia masuk duduk di bangku SMA pada tahun 1996 di Jakarta. Sukanto saat itu ditemui oleh beberapa orang yang berasal dari NII.

Yang membuat Sukanto tertarik bukan hanya karena materinya, tapi juga karena orang yang menjelaskan materi itu, yang mumpuni.


"Setelah itu, setiap hari saya dibina. Kedua, materinya mulai meningkat bukan lagi soal Indonesia. Tapi tentang kebangkitan Islam," kata Sukanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Crisis Center, dalam diskusi di dialog kenegaraan," Penanganan NII di Berbagai Daerah" di komplek parlemen, Senayan Jakarta (Rabu, 4/5).

Pada pertemuan kedua ada dua materi yang disampaikan, yaitu tentang negara menurut Al-Quran dan juga sejarah NII. Mulailah dikatakan bahwa Indonesia negara yang tidak sah, karena bertentangan Negara Islam Indonesia. Makanya, selain NII adalah kafir, saat itulah dia diajak untuk hijrah ke NII dan berjihad untuk mendirikan NII.

"Saya sebenarnya heran. Tapi kalau bicara soal jihad, itu kan seksi, yang jarang dibicarakan saat itu. Saya putuskan ikut," tandasnya. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya