agus tjondro/ist
agus tjondro/ist
RMOL. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding lamban dan tidak konsisten dalam mengerjakan tugas masing-masing kelembagaannya.
Menurut pengacara Agus Tjondro, Firman Wijaya, kelambanan dan ketidakkonsistenan kedua lembaga itu terlihat dalam urusan kliennya dalam kasus Mirandagate.
"Sampai sekarang bentuk perlindungan hukum dari LPSK bagi Agus tidak jelas. Sidang pak Agus hampir selesai tapi kita belum mendapatkan jaminan keringanan hukuman dari LPSK. Sejak melapor ke LPSK, pak Agus hanya disuruh mengisi form pelapor saja," kata Firman kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (3/5).
Populer
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22
Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
UPDATE
Senin, 05 Januari 2026 | 12:14
Senin, 05 Januari 2026 | 12:07
Senin, 05 Januari 2026 | 12:04
Senin, 05 Januari 2026 | 12:00
Senin, 05 Januari 2026 | 11:58
Senin, 05 Januari 2026 | 11:56
Senin, 05 Januari 2026 | 11:48
Senin, 05 Januari 2026 | 11:44
Senin, 05 Januari 2026 | 11:32
Senin, 05 Januari 2026 | 11:28