Berita

ilustrasi

SUAP SESMENPORA

Dedy Siap Beberkan Bagaimana Kantor Andi Mallarangeng Kumpulkan Dana

SELASA, 03 MEI 2011 | 13:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Eks Kepala Biro Perencanaan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Dedy Kusdinar, sama sekali tidak tahu menahu tentang kejadian suap di kantornya yang menjerat Sekretaris Menpora, Wafid Muharram.

"Soal dugaan suap itu Pak Dedy tidak tahu menahu. Pak Dedy tidak tahu ada penyerahan uang sekian-sekian itu. Pak Dedy juga tidak tahu ada kesepakatan-kesepakatan bahkan pertemuannya juga tidak tahu," ujar pengacara Dedy, Firman Wijaya, saat menemani klienny menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5).

Melalui Firman, Dedy mendudukkan posisi dirinya di Kemenpora. Saat ini Dedy sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan Sesmenpora. Sebelum terjadi transaksi suap, Dedy sudah dimutasikan menjadi Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga di Kementerian yang dipimpin Andi Mallarangeng itu.


Meski begitu, sambung Firman, kliennya akan kooperatif dengan penyidik KPK dalam mengungkap suap yang berasal dari PT Duta Graha Indah, perusahaan yang dipimpin oleh Sandiaga S Uno.

"Pak Dedy siap jelaskan soal dana talangan di Kemenpora. Ini bisa menerangkan kebiasaan soal bagaimana cara Kemenpora mengumpulkan dana," kata Firman yang juga menjadi kuasa hukum politisi Agus Condro dalam kasus suap DPR dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004.[ald]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya