Berita

miranda goeltom/ist

MIRANDAGATE

Mantan Bawahan Tegaskan Nunun Tak Pernah Bahas Mirandagate

SENIN, 02 MEI 2011 | 23:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sumarni, mantan sekretaris PT Wahana Esa Sembada, perusahaan milik Nunun Nurbaeti, pernah mengunjungi saksi kunci Mirandagate itu di Singapura. Sumarni bertemu Nunun untuk mengantarkan tiga bungkus obat pesenan keluarga Nunun di Jakarta 20 Mei tahun lalu.

Tak banyak obrolan saat Sumarni bertemu istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun di sebuah apartemen yang berada di Jalan Scott 28 Orchard Road Singapura. Sumarni hanya menyampaikan maksud kedatangannya kepada Nunun.

"Cuma menjelaskan ini obat yang dipesan keluarga untuk ibu (Nunun)," ucap Sumarni saat memberi kesaksian kepada Majelis Hakim Tipikor, Senin (2/5).


Mendengar penjelasan Sumarni, Nunun yang disebut-sebut sebagai pemilik traveller's cheque yang dibagikan cuma-cuma kepada puluhan anggota DPR periode 1999-2004 itu langsung menyahutnya. "Ya sudah," kata Sumarni menirukan ucapan Nunun.

Sumarni mengklaim perbincangannya bersama Nunun hanya sebatas itu. Dirinya mengaku segera kembali ke Indonesia dan karenanya tak ada obrolan tentang isu-isu dalam negeri apalagi soal kasus mantan bosnya itu di KPK.

"Nggak ada membahas soal-soal isu-isu di Indonesia (termasuk Mirandagate). Nggak ada komunikasi," aku Sumarni sambil menegaskan Nunun saat ini masih berada di Singapura untuk berobat jalan. [arp]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya