Berita

nunun nurbaeti/ist

Bim Salabim, Nama Nunun Hilang dari Berkas Mirandagate

KPK Ngaku Tidak Mampu Temui Nunun
SENIN, 02 MEI 2011 | 16:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Nama saksi kunci kasus travellers cheque, Nunun Nurbaeti, tidak lagi disebut dalam berkas perkara semua terdakwa Mirandagate itu.

Nama Nunun dipastikan menghilang ketika Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, M Rum, menjawab kekesalan para kuasa hukum terdakwa yang lagi-lagi mempertanyakan ketidakmampuan Jaksa menghadirkan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu ke persidangan.

"Yang bersangkutan (Nunun) tidak dimasukkan dalam berkas. Nama Nunun tidak ada dalam berkas," kata M Rum dalam sidang Mirandagate dengan agenda pemeriksaan saksi di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/5).


Sekalipun nama Nunun tidak ada dalam berkas, para terdakwa dan pengacara tak bisa menjadikannya sebagai alibi agar tidak diproses secara hukum dalam kasus Mirandagate.

Rum memastikan pihaknya memiliki bukti-bukti lain yang dapat menguatkan dugaan keterlibatan para terdakwa.

"Kami punya bukti lain yang bisa mendukung pemeriksaan perkara ini," imbuhnya.

Rum mengakui hilangnya nama Nunun dari berkas karena KPK belum juga berhasil menemukan keberadaan Nunun yang sempat dikabarkan berobat di Singapura.

"Semenjak perkara Dhudie Makmun Murod, Nunun sudah tidak lagi berada di Indonesia, sekarang tidak tahu ada dimana," imbuhnya.

Nunun Nurbaeti Daradjatun diduga menjadi perantara aliran 480 cek perjalanan ke DPR dalam pemilihan DGS BI 2004 yang dimenangkan Miranda Goeltom. Kala itu ia menjabat sebagai Direktur PT Wahana Esa Sembada (PT Sembada) dan PT Wahana Esa Sejati (PT Sejati).

Pada Agustus lalu, KPK mengaku sudah mengirimkan tim ke Singapura mengecek keberadaan Nunun Nurbaeti yang mengaku mendapat perawatan medis, karena penyakit lupa berat. Tapi, Jurubicara KPK mengatakan pengecekan di Singapura tidak menemukan Nunun.[ald]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya