Berita

yusril ihza mahendra/ist

NEGARA ISLAM

Yusril Sandingkan NII dengan Isu Perkosaan Gadis Tionghoa

MINGGU, 01 MEI 2011 | 12:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Isu Negara Islam Indonesia yang marak belakangan ini melahirkan banyak spekulasi. Terlebih karena isu ini sudah beberapa kali muncul ke permukaan.

"Sekarang ini kita lihat saja bahwa oreantasi masyarakat tidak lagi terlampau ideologis seperti pada tahun 1950an. Bahkan orang sekarang cenderung pragmatik dalam partai politik, dan saya kurang setuju dengan cara itu," kata Yusril Ihza Mahendra.

Hal itu dikatakan mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut kepada Rakyat Merdeka Online di kawasan Sudirman kemarin malam (30/4) usai memberikan testimoni pada peluncuran buku The Third Heritage Kontribusi Islam terhadap Renaisans dan Pemikiran Politik Barat karya Ahmad Suhelmi.
 

 
Menurut hemat Yusril ada dua kemungkinan penyebab isu NII kembali muncul. Pertama, karena sebagian masyarakat mendambakan ideologi. Kedua, memang sengaja dikondisikan pihak-pihak tertentu, baik dari kalangan pihak yang berkuasa maupun kalangan dari luar Indonesia.

Apa untungnya bagi pihak luar memunculkan isu NII?

"Indonesia ini negara dengan natural resources begitu besar. Anda kira negara-negara ini akan senang Indonesia menjadi kuat dan besar. Segala macam hal dilakukan untuk menginfiltrasi ke dalam dan membuat bangsa ini berantam nggak habis-habisnya, berkelahi nggak habis-habisnya sehingga capek. Sehingga sumber alam itu dikuasai Barat maupun China, maupun yang lain-lain," jelasnya.

Yusril mengingatkan, hal serupa pernah terjadi di tahun 1998 ketika terjadi huru-hara politik.

"Anda ingat nggak, tahun 1998 kan ada isu banyak sekali gadis-gadis China diperkosa. Itu kan tidak ada dalam kenyataan. Dan sumber saya dari Jepang memberitahu bahwa itu pekerjaan intelijen China. Kepentinganya apa? Supaya Jepang yang pada waktu itu komitmen untuk berinvestasi di Indonesia mengalihkan investasinya ke China. Jadi hal-hal begini, tidak pernah disadari orang," kata Yusril

Apakah operasi intelijen asing berhubungan dengan pemerintah Indonesia?

"Enggak juga. Operasi intelijen bisa melalui network dengan cara dia yang tidak kelihatan," jawabnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya