yusril ihza mahendra/ist
yusril ihza mahendra/ist
RMOL. Isu Negara Islam Indonesia yang marak belakangan ini melahirkan banyak spekulasi. Terlebih karena isu ini sudah beberapa kali muncul ke permukaan.
"Sekarang ini kita lihat saja bahwa oreantasi masyarakat tidak lagi terlampau ideologis seperti pada tahun 1950an. Bahkan orang sekarang cenderung pragmatik dalam partai politik, dan saya kurang setuju dengan cara itu," kata Yusril Ihza Mahendra.
Hal itu dikatakan mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut kepada Rakyat Merdeka Online di kawasan Sudirman kemarin malam (30/4) usai memberikan testimoni pada peluncuran buku The Third Heritage Kontribusi Islam terhadap Renaisans dan Pemikiran Politik Barat karya Ahmad Suhelmi.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 16:19
Rabu, 29 April 2026 | 16:10
Rabu, 29 April 2026 | 16:09
Rabu, 29 April 2026 | 16:05
Rabu, 29 April 2026 | 15:56
Rabu, 29 April 2026 | 15:44
Rabu, 29 April 2026 | 15:42
Rabu, 29 April 2026 | 15:37
Rabu, 29 April 2026 | 15:27
Rabu, 29 April 2026 | 15:25