Berita

Ruhut Sitompul Omong Kosong Tak Usah Ditanggapi

JUMAT, 29 APRIL 2011 | 09:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul melempar bola panas. Dia menuding sejumlah rekannya di komisi hukum bekerja layaknya seperti bodyguard, dalam mengamankan cukong-cukong.

Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding saat dimintai tanggapan menghardik Ruhut yang juga Jurubicara DPP Partai Demokrat itu.

"Pertama kita tidak usah tanggapi Ruhut. Karena itu akan membuat habis energi kita. (Ruhut) selalu membuat tudingan yang tidak berdasar. Kalau itu berdasar tolong dibuktikan. Jadi jangan hanya omong kosong," sergah Sudding saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 29/4).


Kemarin Ruhut membeberkan salah satu contoh yaitu oknum komisi III mengintervensi keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memenangkan Siti Hardiyanti Rukmana dalam sengketa saham TPI dengan bos group MNC, Hary Tanoesoedibjo.

Dalam kisruh TPI, Sudding memaklumi ada bila ada anggota Komisi III DPR yang membela Harry Tanoe. Sebab, Komisi III DPR sebelumnya pernah memanggil Harry Tanoe untuk memintai penjelasan mengenai kisruh kepemilikan TPI.

"Nah, kawan-kawan memberikan tanggapan dan argumentasi. Pada saat RDP itu hampir semua anggota Komisi III memberikan dukungan kepada Pak Hary Tanoe. Karena anggota Komisi III DPR menilai Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak memiliki dasar hukum mengambil alih secara sepihak TPI," kata Sudding.

Lanjut Sudding, bahwa kemudian sejumlah anggota DPR mengeluarkan pernyataan-pernyataan dalam kasus TPI itu, setelah ada putusan pengadilan, hal itu memiliki dasar hukum. Jadi tidak ada hubungan dengan mafia hukum.

"Dalam hukum itu pasti ada dua pihak. Ada yang merasa terbela dan ada yang tidak. Nah orang yang merasa tidak terbela ini lah sering memberikan alasan bahwa itu bagian dari mafia dan lain sebagainya," tandas Sudding.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya