Berita

Metode NII Mau Dipinjam untuk Cuci Otak Politisi

JUMAT, 29 APRIL 2011 | 08:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Isu pencucian otak yang diduga dilakukan Negara Islam Indonesia sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, hanya dengan waktu yang tidak butuh lama, orang yang direkrut sudah berubah pemikirannya 180 derajat.

"Ini yang jadi pertanyaan saya. Bagaimana orang yang sangat liberal pada awalnya, hanya sekitar dua tahun berubah menjadi radikal," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 29/4).

Hal itu dikatakan Ray menanggapi kasus pencucian otak dan termasuk perubahan Pepi, salah seorang tersangka kasus bom buku dan Serpong. Pepi yang dikenal tidak begitu suka dengan wacana agama, bahkan memiliki kebiasaan buruk, tapi berubah secara drastis. Apalagi disebutkan pernah aktif sebagai kader NII.


"Saya tidak meragukannya (bahwa ada orang yang bisa berubah dalam waktu sekejap). Tapi saya cukup terkejut ada metode seperti itu. Karena tidak mudah untuk mengubah keyakinan seseorang. Makanya perlu ada penjelasan dari psikolog tentang hal ini," katanya.

Bila memang ada metode seperti itu, Ray ingin meminjamnya untuk mengubah pemikiran para politisi. Dia berharap, dengan metode itu, para politisi bisa berubah total menjadi pembela hak-hak rakyat.

"Bahkan dia (anggota DPR) itu tidak peduli bila menjadi korban dari keradikalan kebijakan yang diambilnya. Dia tidak hirau kalau memang akhirnya di PAW (pergantian antar waktu), karena berani membela rakyat," cetus Ray sambil tertawa kecil. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya