Berita

ilustrasi lapas

Pemerintah Bekali Narapidana Keterampilan UKM

KAMIS, 28 APRIL 2011 | 15:36 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menandatangani kesepakatan bersama mengembangkan keterampilan narapidana di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Penandatangan kerja sama itu disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda di Tangerang, Banten, Rabu, (27/5).

Menurut Syarief, kerja sama dimaksudkan agar ketika para narapidana kembali ke masyarakat, sudah bisa beradaptasi langsung dengan menjalankan usaha di sektor riil. Oleh karena itu perlu dukungan kepada mereka sebelum keluar dari Lapas.


"Sebenarnyaa mereka sudah mendapat ketrampilan ketika masih dalam masa penahanan. Dalam konteks ini kami akan memberikan fasilitasi terkait demean jenis produk yang mereka hasilkan,” ujarnya seusai penandatanganan kesepakatan.

Adapun jenis komoditas yang dihasilkan para narapidana umumnya yang masuk ke segmen skala usaha mikro dan kecil. Di antaranya produk kerajinan maupun jenis lain yang dikerjakan dengan proses sederhana, namun memenuhi standar.

Menkop sudah  beberapa kali melihat hasil karya narapidana, dan ternyata kualitasnya mampu memenuhi keinginan pasar. Namun, katanya, untuk sementara akan diarahkan ke pasar nasional.

Untuk masuk ke pasar global,  kata dia, masih perlu peningkatan kualitas. Selama menghuni Lapas, pelatihan yang mereka terima tidak bisa diserap secara intensif. Meski demikian, Syarief memuji kemauan para penghuni Lapas, karena mampu menghasilkan produk berkualitas.

Terkait fasilitasi yang akan diberikan instansinya, Syarief menjelaskan, inti persoalan yang dihadapi mereka adalah pemasaran dan pendampingan. Termasuk menyediakan akses permodalan melalui beberapa program Kemenkop dan UKM. [arp]
 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya