Berita

SUAP SESMENPORA

SBY Tak Bisa Diharapkan Lagi untuk Basmi Korupsi

KAMIS, 28 APRIL 2011 | 07:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tidak bisa lepas tangan dari kasus suap yang menimpa anak buahnya, Wafid Muharram. Demikian juga dengan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin.

"Andi Mallarangeng tidak bisa lepas tangan. Demikian juga Nazaruddin tidak bisa lepas tanggung jawab. Karena itu (Rosa, broker dalam kasus suap) anak buah dia. Dia tidak perlu membantah. Semua orang sudah tahu. Rosa itu staf Bendahara Umum Partai Demokrat. Makanya dia harus bertanggung jawab," kata pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 28/4).

Kasus suap dalam pembangunan wisma atlet di Palembang ini Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menduga berkaitan dengan keinginan Partai Demokrat untuk mengumpulkan pundi-pundi sebagai persiapan pemilihan umum 2014 mendatang. Mumpung Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai Presiden.  


Iberamsyah memandang bukan kali ini saja kader Demokrat terkait dengan kasus korupsi dan suap. Dan SBY, menurutnya, tidak bisa diharapkan untuk menertibkannya. Karena SBY sendiri juga diduga menjalin hubungan baik dengan pengusaha-pengusaha yang diduga kerap melakukan pelanggaran hukum.

"Citra SBY sudah tidak ada, pemerintahan ini sudah tidak anti korupsi lagi. Coba lihat berapa banyak kader dan kepala daerah dari Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi. Terakhir itu calon bupati Nias yang diusung Demokrat, kan sudah ditangani KPK. Jadi tidak ada lagi citra SBY itu sebagai anti korupsi," tandasnya.

Nazaruddin sendiri kemarin membantah bahwa Rosa adalah stafnya di Bendahara Umum Partai Demokrat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya