Berita

Patrice Rio Capella/ist

Nasdem: Ambang Batas Terbaik Itu 5-6 Persen

RABU, 27 APRIL 2011 | 14:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Nasional Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada anggota DPR untuk menentukan jumlah parliamentary treshold atau ambang batas parlemen. Nasdem akan ikut berapa pun ambang batas yang ditetapkan.

"Berapa pun PT-nya kami ikut. Mau 3 (persen), mau 4, mau 5. Mana yang terbaik menurut teman-teman kita di DPR dan pemerintah, kita ikut. Toh kalau pun kita melakukan protes, itu tetap hak mereka. Bagaimana beratnya pun mereka buat persyaratan, toh kita akan ikuti juga," kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 26/4).

Meski menyerahkan sepenuhnya kepada DPR, mantan politisi Partai Amanat Nasional ini menilai jumlah ambang batas terbaik itu adalah antara 5 sampai 6 persen dan itu berlaku secara nasional, tak hanya untuk DPR pusat. Bila angka itu yang disepakati, semua orang akan serius membangun partai, tidak hanya asal. 


"Maka semua akan serius membuat partai. Teman-teman di daerah juga akan sungguh-sungguh melihat mana partai yang kira-kira isu yang dimainkannya pas dengan situasi sekarang. Jadi partai itu harus didesain secara serius, bagaimana partai itu bisa dipercaya masyarakat dan bisa bekerja secara total dan sebagainya," terang Rio.

Kalau memang partai itu tidak lolos, menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi dari ketidaksungguhan pengurus untuk membesarkan partai. Katanya, kalau memang rakyat tidak percaya kepada partai yang bersangkutan, apa boleh buat.

"Ini bukan karena Nasdem optimis atau bukan. Karena Anda tadi bertanya, saya jawab sebaiknya 5-6 persen. Itu yang terbaik buat bangsa ini," jawabnya saat ditanya kenapa pihaknya berani mematok ambang batas 5-6 persen.

Badan Legislasi Nasional DPR telah menetapkan ambang batas parlemen 3 persen. Meski hal itu belum diparipurnakan. DPR akan memparipurnakannya setelah reses, Mei mendatang. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya