Berita

saleh daulay/ist

Mantap, Kunjungan MUI ke Iran Tidak Pakai Uang Negara

SENIN, 25 APRIL 2011 | 16:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kunjungan Majelis Ulama Indonesia ke Iran sama sekali tidak menggunakan uang negara. Rombongan MUI ini atas undangan pemimpin International Majma’ al-'Alami li Al-Taqrib Bain al-Mazahib al-Islamiyyah, Ayotallah Muhammad Ali Tashkiri. Organisasi itu berkedudukan di Tehran.

Karenanya, semua fasilitas seperti transportasi, akomodasi, dan kebutuhan selama di negeri Ahmadinejad itu menjadi tanggungan organisasi tersebut.

"Di tengah kontroversi studi banding yang dilakukan anggota DPR, isu penggunaan uang negara ini memang sangat sensitif. Dan sangat wajar jika Anda bertanya tentang hal itu kepada kami. Di lain pihak, sudah pada tempatnya masyarakat juga perlu mendapat informasi tentang sumber dana yang digunakan oleh MUI dalam melakukan kunjungan silaturrahim ini," terang Ketua Komisi Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri MUI, Saleh Partaonan Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online.


Saleh seorang dari delapan peserta rombongan MUI  yang melakukan lawatan ke Iran. Sedangkan tujuh orang lainnya adalah KH Umar Syihab (pimpinan rombongan), serta KH. Muhyiddin Junaidi, Slamet Effendy Yusuf, Prof. Hasanuddin AF, Prof. Utang Ranuwijaya, Dr. Kholid Al-Walid, Dr. H. M. Nadratuzzaman Hosen, dan Sanusi Hanafi. Delegasi ini merupakan perwakilan unsur pimpinan harian dan reprentasi dari beberapa komisi yang ada di MUI seperti komisi pengkajian, komisi fatwa, komisi hubungan dan kerjasama luar negeri, dan juga bendahara MUI.

Kunjungan ini digelar selama sepekan mulai dari 21-27 April. Kunjungan ini diisi dengan berbagai kegiatan antara lain MUI bertemu Menlu Iran, Menteri Urusan Haji, Penasehat Presiden Ahmad Dinejad, Penasehat Wali al-Faqih, Lembaga-lembaga pendidikan Islam Iran, berkunjung ke Mashhad dan Qom, serta bertemu dengan para ulama-ulama senior Iran.

"Meski tidak dibiayai negara, kami yakin kunjungan ini akan membawa manfaat yang sangat besar bagi peningkatan hubungan antara kedua negara. Jika pemerintah menginginkan, kami siap melaporkan hasil kunjungan ini kepada pemerintah dan kemungkinan kerjasama apa saja yang bisa ditindaklanjuti oleh Indonesia. Oleh karena keterbatasan yang ada, tentu pemerintah memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menindaklanjuti hasil kunjungan ini," ujar Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya