RMOL. Ibadah haji merupakan simbol utama kesatuan umat Islam se-dunia. Umat Islam seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji dalam satu ritual dan tata cara yang sama antara berbagai mazhab dan aliran Islam. Oleh karena itu, ibadah haji dapat dijadikan sebagai sarana utama dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah antara seluruh umat Islam, terutama antara umat Islam Indonesia dan umat Islam Iran.
Hal itu dikatakan Menteri Urusan Haji Republik Islam Iran, Sayyid Khatami, pada saat menerima delegasi Majelis Ulama Indonesia di kantor Pusat Urusan Haji dan Ziyarah, di Teheran, pekan lalu.
"Universalitas pemaknaan ibadah misalnya, dapat dilihat dari salah satu karya besar pemikir Iran Ali Syari’ati yang berjudul Menjadi Manusia Haji," terang Sayyid Khatami.
Buku karya ideolog revolusi Islam itu mengungkap makna-makna spiritual di balik pelaksanaan ibadah haji. Maklum saja, bila buku itu telah diterjemahkan, dipublikasikan dan dibaca oleh jutaan umat Islam seluruh penjuru dunia.
"Dan Alhamdulillah, buku tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para pembacanya dari seluruh mazhab yang ada dalam Islam," ungkapnya bangga.
Menyikapi universalitas ibadah haji, tentu sangat dimungkinkan menjalin kerjasama antara Majelis Ulama Indonesia dan pemerintah Republik Islam Iran dalam melayani jamaah untuk melaksanakan dari kedua negara. Menurut Khatami, bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara lain penerjemahan dan penerbitan bersama buku-buku haji dari kedua negara; pelayanan kesehatan jamaah haji dengan menggunakan fasilitas Rumah Sakit Iran di Mekkah dan Madinah.
Tak hanya itu, kerja sama juga juga bisa dilakukan dalam penggunaan apartemen dan maktab yang dimiliki Iran untuk para jamaah yang melaksanakan umroh; membuka jalur penerbangan langsung Jakarta-Tehran-Jeddah untuk pelaksanaan haji dan Umroh; dan bentuk kerja sama lainnya.
"Andaikata penerbangan langsung antara Jakarta-Teheran-Jeddah dapat dibuka, tentu akan mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi kepentingan dunia negara. Pembukaan rute ini tidak saja untuk kepentingan ibadah haji, tetapi dapat juga digunakan untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Program ini sekaligus akan mengantarkan persahabatan sejati antara Indonesia dan Iran," ujar Khatami.
[zul]