Berita

Alumni: Petinggi UIN Jangan Tutup Mata dengan Kasus Narkoba dan Free Sex

SENIN, 25 APRIL 2011 | 11:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kecurigaan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta soal kampusnya disusupi gerakan radikal memang beralasan. Karena alumninya, Pepi, menjadi salah seorang yang diduga terlibat dalam gerakan teror.

Tapi diingatkan, Rektor UIN tidak hanya meminta para mahasiswa untuk memantau pengajian-pengajian yang menurutnya aneh. Petinggi UIN juga harus mewaspadai kebiasan-kebiasan buruk yang menjangkiti para mahasiswanya. Karena diketahui, Pepi ternyata juga kerap menenggak alkohol dan mengonsumsi narkoba.

"Kalau narkoba mah sudah banyak. Itu bukan hanya merasuki organisasi ektra kampus, juga intra kampus. Tapi ini tidak ada hubungan dengan organisasi sebenarnya, hanya orang per orang saja," terang alumni Fakultas Dakwah UIN Jakarta, Mubarok, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 25/4).


Dia pun mengimbau petinggi dosen UIN Jakarta untuk melakukan tes urine untuk membuktikan dugaannya itu. Dia yakin, bila mahasiwa yang tinggal di berbagai kos itu dites, akan ada yang kedapatan telah mengonsumsi barang haram tersebut.

"Tak hanya itu, orang yang pacaran juga banyak. Kan sering, mahasiswa digrebek lalu diarak karena kedapatan begituan. Rektor UIN jangan tutup mata dengan kasus-kasus seperti itu," tandas Mubarok, yang berprofesi sebagai wartawan ini.

Soal adanya gerakan radikal, menurut mantan aktivis Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah ini, karena memang di UIN diberikan kebebasan. Makanya, tidak hanya menjadi radikal, dia mengatakan, alumni UIN dan mahasiswanya ada yang nyeleneh, ada yang mengaku nabi, bahkan ada juga yang menjadi tabib. Meski dia tidak memerinci orang yang dimaksud. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya