Ali Abdullah Saleh/ist
Ali Abdullah Saleh/ist
RMOL. Ali Abdullah Saleh, yang telah memerintah Yaman selama lebih dari tiga dekade, telah berada di bawah tekanan untuk mundur sejak protes anti-pemerintah mulai memanas beberapa minggu yang lalu.
Kini untuk mengakhiri tekanan tersebut, Presiden Saleh telah menyetujui untuk mengundurkan diri berdasarkan Gulf Plan, yaitu sebuah rencana transisi 30 hari yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan dan kerusuhan yang terjadi selama 32 tahun masa kepemerintahan Saleh.
Para Pejabat di ibukota, Sana'a, membenarkan bahwa pemerintah telah menerima rencana yang disusun oleh negara-negara Teluk Arab yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council). Gulf Plan berisi saran agar Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan ke wakilnya selama satu bulan setelah perjanjian ditandatangani dengan oposisi.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32
Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47
Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42