Berita

Ali Abdullah Saleh/ist

Dunia

Presiden Yaman Bersedia Turun dari Kekuasaan

MINGGU, 24 APRIL 2011 | 15:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Ali Abdullah Saleh, yang telah memerintah Yaman selama lebih dari tiga dekade, telah berada di bawah tekanan untuk mundur sejak protes anti-pemerintah mulai memanas beberapa minggu yang lalu.

Kini untuk mengakhiri tekanan tersebut, Presiden Saleh telah menyetujui untuk mengundurkan diri berdasarkan Gulf Plan, yaitu sebuah rencana transisi 30 hari yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan dan kerusuhan yang terjadi selama 32 tahun masa kepemerintahan Saleh.

Para Pejabat di ibukota, Sana'a, membenarkan bahwa pemerintah telah menerima rencana yang disusun oleh negara-negara Teluk Arab yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council). Gulf Plan berisi saran agar Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan ke wakilnya selama satu bulan setelah perjanjian ditandatangani dengan oposisi.


"Presiden telah setuju dan menerima inisiatif (dari) GCC," kata Tariq Shami, seorang pembantu Presiden Saleh seperti dilansir Aljazeera, (Minggu, 24/4).

Presiden Saleh pun mendapat banjir pujian dari berbagai kalangan, mulai dari rakyat Yaman, negara Arab, hingga gedung putih. Namun Saleh mengatakan bahwa pilihannya ini adalah untuk menjaga stabilitas dan keamanan Yaman.

"Keamanan, keselamatan dan stabilitas Yaman adalah kepentingan (rakyat Yaman) yang ada daerah," tegas Saleh.

Isi dari Gulf Plan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Dalam satu bulan penandatanganan perjanjian dengan pihak oposisi, Presiden Saleh harus berhenti dan memberikan kekuasaan kepada Wakil Presidennya, Abdu Rabu Manur Hadi.

2. Presiden Saleh menunjuk pemimpin oposisi untuk menjalankan pemerintahan sementara, yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan pemilihan presiden dua bulan.

3. Presiden Saleh, keluarganya dan para pembantunya diberi kekebalan dari penuntutan. [wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya