Berita

ilustrasi/ist

SUAP SESMENPORA

Adhie Massardi: Kesaktian Partai Demokrat Kembali Diuji

SABTU, 23 APRIL 2011 | 00:50 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sulit membayangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tidak mengetahui aksi suap menyuap yang melibatkan sekretarisnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram.

Begitulah pernyataan Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyikapi kasus suap menyuap wisma atlit Sea Games yang dilakukan Wafid bersama dua kolaborator, Muhammad Idris Umar dan Rosallinda Manulang, di kantor Andi Mallarangeng pada Kamis malam (21/4).

Dengan gaya khasnya, Adhie menyampaikan pernyataan satir itu ketika memberikan komentar mengenai kasus ini.

“Kesaktian Partai Demokrat sebagai benteng pertahanan koruptor kembali mendapat ujian. Apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa nembus Andi Mallarangeng, berarti Partai Demokrat memang sakti. Dan itu akan mendorong semakin banyak koruptor yang berlindung di sana,” ujar Adhie kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat malam (22/4).

Adhie yang ketika dihubungi sedang berada di warung wafelnya di Taman Kuliner, Kali Malang, Jakarta Timur, mengatakan tidak percaya Andi Mallarangeng tidak tahu aksi suap menyuap itu.

“Pasti bohong kalau sekretaris terima suap miliaran rupiah, tapi bosnya tidak tahu. Kalau dapat tips satu atau dua juta rupiah wajar bila bosnya tidak tahu,” ujar Adhie.

Juga menurut Adhie, kasus suap pembangunan wisma atlit Sea Games ini bukan merupakan ujian bagi KPK untuk memperlihatkan ketajaman. Sebab, ketajaman KPK tak perlu diragukan karena terbukti masih bisa menangkap banyak orang.

Namun demikian, sambung Adhie, masyarakat perlu menunggu hingga akhir bulan untuk mengetahui apakah pedang KPK memang tajam atau tameng perlindungan Partai Demokrat yang tak mudah ditembus.

“Kalau KPK tidak memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga dan tidak menggeledah kantor Menpora, kasus ini akan berhenti sampai di sini. Itu artinya, dugaan banyak orang bahwa Partai Demokrat merupakan tempat perlindungan yang aman, benar belaka,” masih kata Adhie.

KPK telah menetapkan Wafid dan dua orang lain yang terlibat dalam suap itu sebagai tersangka. Kini Wafid meringkuk dalam tahanan di Cipinang, Jakarta Timur. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya