Berita

GKR Hemas/ist

Istri Sultan: Bom Cirebon Bukti Pemerintah Tak Jalan

MINGGU, 17 APRIL 2011 | 10:21 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sistem yang dikembangkan pemerintahan SBY dan Boediono tidak berjalan dengan baik. Itu adalah pesan yang tersirat di balik peristiwa bom di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, hari Jumat lalu (15/4).

Demikian disampaikan Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Menurut istri Sultan Hamengkubuwono X itu, karena sistem tidak berjalan dengan baik, pelaku pengeboman dapat dengan leluasa masuk dan meledakkan bom di jantung markas aparat penjaga keamanan.

“Bila dicemati dengan baik peristiwanya, bom di Cirebon terjadi setelah adanya serangkaian peristiwa yang behubungan dengan bom, antara lain bom buku. Pada titik ini, mestinya kewaspadaan ditingkatkan secara penuh dan semua instrumen dalam sisten pertahanan semesta dijalankan untuk mengungkap,” ujar GKR Hemas.

Namun sayangnya, karena ada sistem yang tak berfungsi, maka kejadian bom di Mapolresta Cirebon itu dapat terjadi.

“Kejadian seperti ini juga mendatangkan kecurigaan masyarakat mengenai apa yang sesungguhnya menjadi prioritas, hingga keamanan dengan mudah dapat diganggu bahkan hingga di tengah markas kepolisian,” demikian GKR Hemas. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya