Berita

Jusuf Kalla/ist

JK: Output Bidang Legislasi Rendah Karena Dewan Banyak Diisi Pengusaha

SELASA, 05 APRIL 2011 | 08:58 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla menilai, hasil kerja DPR di bidang legislasi merupakan yang paling rendah dibandingkan dua kewenangan DPR lainnya, yaitu pengawasan dan penganggaran.

Tidak maksimalnya kerja dewan di bidang legislasi, disebabkan banyak anggota dewan berlatar belakang pengusaha yang memang kurang berminat membahas legislasi. Sedangkan, pintu masuk dari kalangan PNS ataupun TNI tidak dibuka untuk menjadi anggota DPR.

"Apabila mereka ingin mencalonkan diri, harus mundur dari PNS. Bagaimana apabila tidak terpilih? Karena itu sebelumnya Partai Golkar pernah mengusulkan apabila Pegawai Negeri ingin menjadi anggota dewan harus cuti di luar tanggungan negara," paparnya dalam seminar bertema "Penguatan dan Pembangunan Kapasitas Kelembagaan DPR" di hotel Sultan, Jakarta, yang digelar KPK bersama dengan DPR, kemarin (Senin, 4/4).


Dia menambahkan, pintu masuk untuk menjadi anggota dewan harus kuat. Saat ini, hampir semua anggota dewan ingin menjadi panitia anggaran. Karena itu hampir semua orang yang masuk KPK adalah eks alumni Panitia anggaran. "Ini dikarenakan wewenang DPR sangat powerfull maka efeknya sangat besar solusinya yaitu transparansi di bidang anggaran," tandas mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya