ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti tidak setuju dengan sejumlah elit yang menarik-narik keikutsertaan calon independen di Pilkada sebagai pembenaran untuk gagasan calon presiden independen.
Sekalipun kita punya pengalaman dengan calon-calon independen di daerah, kata Ikrar, tapi tetap saja dua kasus tersebut sangat berbeda jauh. Ada kondisi sosio-politik yang membedakannya.
"Tidak bisa dihubung-hubungkan seperti itu. Kalau di daerah calon independen masih bisa. Kalau di daerah, emosi personal antara calon dan pemilihnya sangat kuat. Di pusat kan tidak seperti itu," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/3).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 03 April 2026 | 19:59
UPDATE
Rabu, 08 April 2026 | 00:14
Rabu, 08 April 2026 | 00:04
Selasa, 07 April 2026 | 23:27
Selasa, 07 April 2026 | 23:10
Selasa, 07 April 2026 | 23:00
Selasa, 07 April 2026 | 22:58
Selasa, 07 April 2026 | 22:33
Selasa, 07 April 2026 | 22:19
Selasa, 07 April 2026 | 21:59
Selasa, 07 April 2026 | 21:42