Berita

ical/ist

Aburizal Bakrie: BMF Untuk Bantu Masyarakat

SELASA, 29 MARET 2011 | 18:27 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Bakrie Mikrofinance Indonesia (BMF) sudah berhasil menyalurkan pinjaman bagi 4.000 nasabah. Capaian tersebut terbilang sangat fantastis, karena dicapai hanya dalam periode November 2010 hingga Februari 2011.

BMF sendiri menyalurkan pinjaman-pinjaman tersebut untuk nasabah khusus bagi perempuan pengusaha dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari tukang bakso, tukang sayur-mayur, penjual tempe, penjaja gado-gado, hingga mereka yang baru memulai usaha
 
Aburizal Bakrie yang mewakili keluarga Bakrie menuturkan, semangat wirausaha bukan cuma milik golongan pengusaha besar, menengah ataupun kecil, tetapi juga milik rakyat kebanyakan. Manakala diberi kesempatan, lapisan masyarakat miskin sekalipun diyakini mampu menghasilkan bisnis menguntungkan, meski dalam skala jauh lebih kecil. Kesempatan tersebut berupa pemberian akses kredit mikro yang mudah dan ringan, serta program-program bimbingan.


Hal itulah yang melatarbelakangi keterpanggilan Kelompok Usaha Bakrie yang mendirikan lembaga kredit mikro, yakni Bakrie Microfinance Indonesia (BMF). Tokoh yang akrab dipanggil Ical  ini menilai, keterbatasan rakyat mengakses permodalan menjadi persoalan tersendiri dalam tema-tema mengatasi kemiskinan di Indonesia. Padahal, rakyat miskin memiliki potensi berwirausaha yang tidak bisa diabaikan. ''Kehadiran BMF diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi permasalahan ini,'' tandasnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menggariskan, BMF bukanlah unit bisnis baru, namun sebuah program kemanusiaan untuk menyalurkan kredit tanpa agunan kepada masyarakat miskin atau pra-sejahtera. Dengan mengadopsi konsep dan falsafah Grameen Bank, sebuah lembaga keuangan mikro yang didirikan oleh peraih Nobel, Muhammad Yunus di Bangladesh, BMF memiliki misi membantu pendanaan untuk usaha masyarakat bawah.

Ical menegaskan, BMF didirikan semata-mata demi membantu masyarakat. Karena itu, keuntungannya tidak akan dinikmati perusahaan, melainkan diputar di masyarakat untuk memberdayakan mereka. Menurut dia, Ini merupakan bagian dari komitmen Bakrie untuk membantu menyejahterakan masyarakat, sesuai pesan pendiri Kelompok Usaha Bakrie, Ahmad Bakrie: “Setiap sen yang dihasilkan Bakrie harus bermanfaat bagi rakyat banyak.”

Namun, lanjutnya, BMF juga bukan merupakan kegiatan amal yang membagi-bagikan bantuan (charity). Lembaga ini melakukan pemberdayaan melalui pemberian kredit mikro tanpa agunan pada keluarga pra sejahtera agar punya modal untuk usaha dan menjadi mandiri. Selama ini BMF melihat pemerintah telah berbuat banyak untuk mengatasi kemiskinan dengan berbagai program, kendati belum maksimal hasilnya.

''Dalam hal ini, peran serta masyarakat, terlebih swasta dengan lembaga microfinance amat diperlukan. Semakin banyak yang berkontribusi justru dinilai semakin baik. BMF memandang lembaga microfinance seperti ini sebagai mitra yang akan mempercepat pemberdayaan masyarakat. Jika masyarakat diberdayakan, kesejahteraan bangsa akan segera diraih,'' jelasnya.

Berdasarkan catatan data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 35 juta jiwa. Sementara, data Bank Dunia menyebut angka 100 juta jiwa. Angkanya memang berbeda, namun pesannya sama, bahwa masyarakat miskin di Indonesia masih banyak.

''Kemiskinan inilah yang harus sama-sama dipangkas oleh seluruh komponen bangsa. Dan BMF menjadi bagian dari komponen bangsa itu,'' ujar mantan Menkokesra ini. [ade]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

I Wayan Sudirta Resmi Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI Gantikan TB Hasanuddin

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11

Politikus Senior PDIP Jejen Sayuti Dipanggil KPK Terkait Kasus OTT Bupati Bekasi

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56

DPR Klaim Sudah Ingatkan Pemerintah Soal Mitigasi Cuaca Ekstrem Sejak Dua Bulan Lalu

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48

Bukan Masalah Posisi, DPR Pilih Fokus Kawal Profesionalisme Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40

Paripurna DPR Sahkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35

OJK: Tren Cashless Picu Penurunan Jumlah ATM di Seluruh Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31

Paripurna DPR Sahkan 9 Komisioner Ombudsman RI Periode 2026-2031

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15

Gubernur Banten Janji Normalisasi Sungai Atasi Banjir di Tangerang Raya

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya