Ilustrasi/Ist
Ilustrasi/Ist
RMOL. Sejak memperoleh izin pada November 2010 hingga Februari 2011, Bakrie Mikrofinance Indonesia (BMF) sudah berhasil menyalurkan pinjaman ke lebih dari 4.000 nasabah. Mereka terdiri dari para perempuan pengusaha dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari tukang baso, tukang sayur-mayur, penjual tempe, penjaja gado-gado, hingga mereka yang baru memulai usaha.
Kendati demikian, Direktur Utama BMF Irawan Massie belum puas. Dia melihat jumlah tersebut belum seberapa jika dibandingkan potensi penerima bantuan yaitu masyarakat pra-sejahtera di Indonesia yang jumlahnya masih banyak. ''Namun setidaknya BMF akan melengkapi program-program sejenis yang telah diprakarsai pemerintah, semisal Kredit Usaha Rakyat (KUR),'' ujar Irawan, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, pada tahap awal, mulai tahun 2011 ini BMF mengalokasikan modal sebesar Rp 100 miliar per tahun. Target jangka panjang dengan pertumbuhan yang konsisten dalam lima tahun diperkirakan lebih dari Rp 500 miliar.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
UPDATE
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:11
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:56
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:48
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:40
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:35
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:31
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:21
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:15
Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04