Berita

bendera kolumbia

Kolumbia dan Chili Tak Mau Akui SADR

MINGGU, 27 MARET 2011 | 17:53 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dukungan dunia internasional terhadap Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) melemah. SADR didirikan kelompok separatis Polisario setelah pada pertengahan 1970an Spanyol angkat kaki meninggalkan Sahara, yang dicaploknya di awal abad ke-20. Seperti Polisario, SADR juga berkedudukan di kamp pengungsi Tindouf, di wilayah Aljazair.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Kolumbia yang berada di Amerika Latin, sudah sejak beberapa tahun lalu tidak lagi mengakui Negara itu. Hal ini disampaikan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Kolumbia, Patti Londono, dalam sepucuk surat yang dikirimkan ke Parlemen Kolumbia pada tanggal 4 Maret lalu.

Sejak penarikan dukungan itu, Kolumbia mengambil sikap mendukung semua upaya yang dilakukan PBB untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Maroko dan Polisario.

Kementerian Luar Negeri Kolumbia merasa perlu menegaskan kembali sikap negara itu terhadap Polisario dan SADR setelah beberapa anggota Parlemen Kolumbia dari kubu kiri menyampaikan dukungan terhadap gerakan separatis.

Selain Kolumbia, Chili baru-baru ini juga menegaskan sikap negara itu terhadap SADR dan Polisario. Anggota Parlemen Chili, Jorge Tarud, yang sedang berada di Rabat mengatakan, negaranya tidak dan tidak akan mengakui SADR dan Polisario.

Dia juga mengatakan, Komite Luar Negeri Parlemen Chili telah menolak permintaan sejumlah anggota parlemen Chili agar negara itu menjalin hubungan dengan SADR.

Rekannya, Ivan Moreira Barros, menyatakan Chili mendukung integrasi wilayah Kerajaan Maroko yang memiliki legitimasi sejarah yang begitu lama sejak lebih dari seribu tahun lalu. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya