Berita

sby/ist

Tak Mau Revolusi dan Kudeta, Tokoh Agama Gunakan Jalur Konstitusional bila Jatuhkan SBY

JUMAT, 25 MARET 2011 | 14:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pembentukan Dewan Revolusi Islam dan isu kudeta dari para purnawirawan jenderal diyakini karena adanya ketidakpusan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengelola negeri ini.

Meski, ketidakpuasan itu berawal dari kasus yang berbeda.

"Kalau DRI boleh jadi karena ketidaktegasan SBY dalam soal Ahmadiyah dan termasuk pemberantasan terorisme. SBY dinilai tidak berpihak dan berlebihan terhadap Islam, tapi tentu Islam dalam pengertian mereka. Sedangkan purnawirawan itu kecewa dengan liberalisasi yang ugal-ugalan oleh rezim ini. Bayangkan semua diimpor," kata anggota badan pekerja Tokoh Lintas Agama, Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 25/3).


Sedangkan tokoh lintas agama, terang Ray, mengkritik pemerintah dengan spektrum yang lebih luas. Mulai dari kesejahteraan rakyat yang tidak meningkat, pemberantasan korupsi yang tidak sungguh-sungguh, sampai juga kesan SBY yang akan melanggangkan kekuasaan melalui anak dan istrinya.

"Namun, kita berbeda dalam menyampaikannya. Kita tetap menggunakan jalur demokrasi dan konstitusonal. Makanya, kalau mereka menggunakan cara-cara yang tidak konstitusional (dalam mengekpresikan kekecewaan itu), maka tentu saja akan jadi lawan kita," tegasnya.

Sedangkan tokoh lintas agama, masih kata Ray, masih memberikan kesempatan kepada SBY untuk berubah. Meski hingga saat ini di mata tokoh lintas agama belum ada perubahan dalam gaya kepemimpinan SBY.

Sendainya pun, tokoh agama sudah yakin tidak akan ada perubahan lagi, tokoh agama menggunakan jalur konstitusional, maka tokoh agama akan mendatangi DPR. DPR diajak untuk menggunakan haknya mempertanyakan kebijakan-kebijakan SBY. Dan bisa saja berujung pada pemakzulan.

"Tapi kan tetap konstitusional. Jadi kita isu subtansial dan caranya juga subtansial," terangnya.

Kalau memang tidak ada perubahan dalam gaya kepimpinan SBY, sampai kapan tokoh agama akan bersabar?

"Kita lihat lah dalam setahun ini," jawabnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya