Berita

Kemenkop dan UKM

KEMENKOP DAN UKM

APBN-P Dibutuhkan untuk Danai Pemeringkatan Koperasi Berkualitas

JUMAT, 25 MARET 2011 | 13:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kementerian Koperasi dan UKM mengharapkan kucuran dana APBN-P untuk mempercepat proses pemeringkatan koperasi berkualitas sebagai upaya meningkatkan kualitas perekonomian usaha mikro, kecil, dan menengah.

Untung Tri Basuki, Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM  mengatakan, APBN-P diperlukan karena alokasi dana untuk pemeringkatan yang tersedia di instansi pemberdayaan koperasi dan UMKM sangat terbatas.

Di satu sisi, biaya melakukan pemeringkatan cukup besar, karena menggunakan lembaga surveyor resmi yang kredibel. Meski umumnya lembaga semacam itu berdomisili di Jakarta, tapi untuk melakukan pemeringkatan mereka tetap harus turun ke setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota.


Keterbatasan dana dari Kemenkop dan UKM membuat target pemeringkatan terhadap koperasi untuk tahun ini hanya sekitar 5.000 unit. Padahal total koperasi di seluruh Indonesia mencapai 170.000 lebih.

"Itu sebabnya kami mengharapkan ada dana tambahan dari APBN-P, agar tugas pemeringkatan bisa diselesaikan secepatnya," ujar Untung di sela-sela temu konsultasi nasional penguatan kelembagaan koperasi, Kamis (24/3) kemarin.

Menurut Untung, pemeringkatan tidak bisa dilakukan secara sendiri, baik oleh Kemenkop dan UKM maupun Dinas Koperasi dan UKM provinsi. Keduanya harus bersinergi untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Tugas pemeringkatan koperasi berkualitas, aku Untung, akan lebih optimal apabila didukung juga oleh pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). [ade]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya