Berita

presiden sby/ist

Saran Purnawirawan Sepuh Diabaikan, SBY Punya Masalah dengan Keberanian

KAMIS, 24 MARET 2011 | 18:37 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Bukan hanya satu atau dua kali kalangan purnawirawan jenderal TNI menyampaikan saran kepada Presiden SBY secara langsung. Saran-saran itu umumnya dimaksudkan, agar pemerintah lebih mengedepankan agenda nasional dan berani mengambil kebijakan yang dapat mensejahterakan rakyat, serta di sisi lain berani menolak tekanan asing, yang dapat berdampak buruk pada nasib rakyat dan negara.

Begitu dikatakan Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri, ketika menjawab pertanyaan Rakyat Merdeka Online apakah organisasi PPAD pernah memberikan saran kepada SBY.

“(Purnawirawan jenderal senior) pernah memberikan masukan. Bukan sebagai organisasi (PPAD), tapi secara perorangan. Atau melalui Yayasan Jati Diri Bangsa. Ada purnawirawan sepuh di sana, seperti Pak Sayidiman,” ujar Kiki.

Sayidiman yang dimaksud Kiki adalah Letjen (purn) Sayidiman Suryohadiprojo yang pernah menjadi Wakil Kasad (1973) dan Gubernur Lemhanas (1974-1979).

“Saran dari tokoh-tokoh TNI sepuh seperti Pak Sayidiman itu disampaikan ke SBY berkali-kali. Jadi saya yakin, dia (Presiden SBY) tahu apa saja yang menjadi kekhawatiran kami. Ada persoalan keindonesian yang hilang di tengah-tengah kita karena tidak ada arah (pembangunan) yang nasionalis,” ujar Kiki.

Kalau tahu, mengapa SBY tidak mengikuti saran-saran itu?

“Ini karena ada kaitannya dengan masalah keberanian dan kecepatan serta ketegasan dalam mengambil keputusan,” jawabnya. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya