Berita

ilustrasi/ist

Anak SMA Pun Harus Kritis Terhadap Isu Politik

KAMIS, 24 MARET 2011 | 11:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dinamika politik kerapkali membuat kaum muda skeptis melihat dan memaknai politik. Bahkan banyak yang menjadi apatis karena menganggap politik tak memberi pencerahan, terlebih memberdayakan mereka.

Tentunya fenomena ini tak bisa dibiarkan terus menggejala di masyarakat, karena bagaimana pun kaum muda merupakan salah satu pilar utama perubahan sosial saat ini, maupun mendatang.

Hal inilah yang melatarbelakangi lembaga kajian dan riset The Political Literacy Institute menyelenggarakan kegiatan "Youth Political Outlook-2011" dengan tajuk "Saatnya yang muda bicara politik!"


Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang akan digelar dari Maret hingga bulan Juli di beberapa SMA dan universitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Kegiatan ini dimulai hari ini (Kamis, 24/3) di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 78 di Kemanggisan, Jakarta Barat. Hadir mengisi acara pendidikan politik di sekolah tersebut, Teresia Pardede, S.Sos (Anggota DPR-RI) dan Prof.Andi Faisal, MA, PhD. (Guru Besar Komunikasi UIN Jakarta).

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, menjelaskan, kegiatan "Youth Political Outlook-2011" memiliki tiga tujuan utama.

"Tujuan kita menyelenggarakan kegiatan ini, pertama, mengembangkan jejaring kaum muda kritis sehingga bisa memperbesar prosentase kelompok public attentive (publik berperhatian) di masyarakat. Kedua, munculnya pemahaman kaum muda progresif yang peka dan peduli pada berbagai isu dan dinamika politik. Ketiga, menguatnya pemilih rasional di kalangan para pemilih pemula," ujar dosen komunikasi politik UIN Jakarta ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya