Berita

kiki syahnakri/ist

Kiki Syahnakri: Dewan Revolusi Islam Terlalu Mengada-ada

KAMIS, 24 MARET 2011 | 07:50 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Susunan Dewan Revolusi Islam (DRI) yang dilansir stasiun televisi Al Jazeera yang bermarkas di Qatar terlalu mengada-ada. Karenanya, isu tentang DRI tersebut tidak perlu dianggap serius.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD), Letjen (purn) Kiki Syahnakri, ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu malam (24/3).

Di dalam daftar DRI tersebut sejumlah tokoh yang selama ini diketahui publik memiliki latar belakang yang berbeda dan bahkan bertolak belakang dikumpulkan. DRI dipimpin oleh Kepala Negara Habib Rizieq Shihab, yang didampingi oleh Dewan Fuqoha yang terdiri dari KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH. Makruf Amin, KH. Abdur Rasyid AS., KH. Syukran Makmun. KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A Hamid Baidowi, dan KH. Hasyim Muzadi.

Adapun Abu Jibril dipilih menjadi Wakil Kepala Negara.

Tokoh Front Pembela Islam yang juga mantan Koordinator Kontras, Munarman, ditempatkan di posisi menteri pertahanan. Atau, Eggy Sudjana menjadi menteri perburuhan. Dua ekonom, yang selama ini dikenal kerap mengritik kebijakan ekonomi pemerintahan SBY-Boediono yang tidak mencerminkan kemandirian bangsa, yakni Hendri Saparini dan Ichsanuddin Noersy, dipasang sebagai menko ekonomi perindustrian dan menteri keuangan.

“Susunan DRI ini terlalu tidak serius. Terlalu mengada-ada. Tidak usah dianggap. Mestinya pemerintah tidak terpancing,” demikian Kiki yang lulus dari Akabri tahun 1971 ini. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya