RMOL. Rakyat pantas mempertanyakan kenapa di saat banyak hal yang harus segera dilaksanakan pemerintah dan disoroti secara tajam baik dalam hal ekonomi, penegakan hukum, dan isu-isu politik, terjadi rentetan teror bom lewat paket buku.
"Kalau kita lihat kerjaan itu tidak tuntas dilaksanakan pemerintah. Pemerintah juga tidak memberi respons, memang ada respons tapi aktualisasinya masih jauh dari apa yang diharapkan rakyat. Pada saat itu, terjadi peristiwa yang menjadi sorotan masyarakat, salah satunya adalah teror paket buku," kata pengamat politik Firdaus Syam kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/3).
Menurutnya, masyarakat memang tahu bahwa aksi teror itu adalah satu bentuk kekerasan yang berdimenasi kemanusiaan karena menciptakan rasa takut. Aksi teror juga merupakan satu kejahatan. Tapi, dia mengingatkan, masyatakat saat ini sudah semakin kritis.
"Tetapi pertanyaan, kenapa aksi teror ini tidak pernah tuntas. Dan kenapa pada saat masyarakat membutuhkan jawaban dari pemerintah tentang banyak hal, lalu hal-hal ini seperti muncul lagi," tegasnya.
Kalau sampai pemerintah dan penegak hukum tidak mengungkap segala persoalan yang menyakut terorisme ini jangan salahkan rakyat akan mengatakan terorisme ini adalah bentuk pengalihan isu yang dimainkan oleh pemerintah. Bila itu yang terjadi, akan berkibat fatal.
"Akan hilang kepercayaan. Kalau sudah hilang kepercayaan, itu berbahaya, masyarakat akan bersikap masa bodoh. "Saya memang takut, tapi saya masak bodoh.' Itu terjadi karena tidak ada kesungguhan dari pihak keamanan untuk mengungkap secara tuntas siapa dalangnya, apa target," tandas dosen Universitas Nasional Jakarta ini.
[zul]