Berita

TEROR BOM

Jangan Sampai Masyarakat Masa Bodoh dengan Apa Yang Terjadi!

RABU, 23 MARET 2011 | 11:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rakyat pantas mempertanyakan kenapa di saat banyak hal yang harus segera dilaksanakan pemerintah dan disoroti secara tajam baik dalam hal ekonomi, penegakan hukum, dan isu-isu politik, terjadi rentetan teror bom lewat paket buku.

"Kalau kita lihat kerjaan itu tidak tuntas dilaksanakan pemerintah. Pemerintah juga tidak memberi respons, memang ada respons tapi aktualisasinya masih jauh dari apa yang diharapkan rakyat. Pada saat itu, terjadi peristiwa yang menjadi sorotan masyarakat, salah satunya adalah teror paket buku," kata pengamat politik Firdaus Syam kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/3).

Menurutnya, masyarakat memang tahu bahwa aksi teror itu adalah satu bentuk kekerasan yang berdimenasi kemanusiaan karena menciptakan rasa takut. Aksi teror juga merupakan satu kejahatan. Tapi, dia mengingatkan, masyatakat saat ini sudah semakin kritis.


"Tetapi pertanyaan, kenapa aksi teror ini tidak pernah tuntas. Dan kenapa pada saat masyarakat membutuhkan jawaban dari pemerintah tentang banyak hal, lalu hal-hal ini seperti muncul lagi," tegasnya.

Kalau sampai pemerintah dan penegak hukum tidak mengungkap segala persoalan yang menyakut terorisme ini jangan salahkan rakyat akan mengatakan terorisme ini adalah bentuk pengalihan isu yang dimainkan oleh pemerintah. Bila itu yang terjadi, akan berkibat fatal.

"Akan hilang kepercayaan. Kalau sudah hilang kepercayaan, itu berbahaya, masyarakat akan bersikap masa bodoh. "Saya memang takut, tapi saya masak bodoh.' Itu terjadi karena tidak ada kesungguhan dari pihak keamanan untuk mengungkap secara tuntas siapa dalangnya, apa target," tandas dosen Universitas Nasional Jakarta ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya