Berita

jazuli juwaini/ist

Inilah Solusi Jalan Tengah dari PKS untuk Ahmadiyah

RABU, 23 MARET 2011 | 08:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera sepakat seluruh warga negara harus dilindungi, tidak ada boleh ada warga negara yang merasa terancam keselamatannya. Karena itu merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diatur dalam konstitusi.

"Makanya tidak dibenarkan ada tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama," kata Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 23/3).

Hal itu dikatakan Jazuli menanggapi soal polemik keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Namun, dalam konteks Ahmadiyah, anggota Komisi VIII DPR ini mengungkapkan, ada keyakinan Ahmadiyah yang bisa menyinggung perasaan mayoritas umat Islam yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah soal kenabian Mirza Ghulam Ahmad, meski tidak membawa risalah.


"Ada prisnip yang berbeda, yaitu Mirza sebagai nabi dan rasul. Sementara bagi mayoritas umat Islam, Nabi Muhammad itu final nabi terakhir dan itu prinsip," ungkapnya.

Dia menjelaskan, ruang perbedaan yang menyangkut prinsip dalam keyakinan itu berpotensi untuk menimbulkan konflik. Selama ruang itu masih ada, maka potensi konflik juga akan tetap terbuka.

"Boleh jadi nanti bukan dua kelompok ini yang berkonflik. Tapi sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan atau ditunggangi pihak-pihak tertentu," katanya.

Karena itu, untuk menutup potensi konflik tersebut, PKS mengusulkan dua opsi sebagai jalan tengah. Pertama, Ahmadiyah berkeyakinan seperti mayoritas umat Islam. Atau kedua Ahmadiyah memformalkan keyakinannya itu tanpa membawa nama Islam.

"Jadi keyakinannya tidak berubah. Karena keyakinan Ahmadiyah tidak boleh diberangus," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya