Berita

nudirman munir/IST

KISRUH PKS

Wakil Ketua BK DPR Tak Mengerti Kenapa Rapat Pleno Bahas Aduan Yusuf Ditunda-tunda

RABU, 23 MARET 2011 | 07:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hingga saat ini Badan Kehormatan DPR ternyata belum juga menggelar Rapat Pleno BK DPR untuk memutuskan apakah keterangan dan bukti-bukti yang diajukan Yusuf Supendi tentang sejumlah pelanggaran etika dan akhlak elit PKS. Sejatinya, Senin atau Selasa kemarin rapat tersebut digelar.

"Mestinya seperti saya katakan di media, Senin atau Selasa sudah ada keputusan. Tapi saya tidak mengerti, undangan pertama masuk, tapi diralat. Jadi pada pertemuan kemarin, materi tentang itu tidak dibahas. Mereka bilang (akan dibahas) dalam rapat berikutnya," kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/3).

Politisi Golkar ini sendiri berharap agar aduan salah seorang pendiri PKS itu segera dibahas. Hal ini dimaksudkan, agar isu yang telah berkembang masif belakangan ini mendapat kepastian, apakah layak untuk tidak dilanjuti atau tidak. Dan hal ini juga agar tidak menimbukan tanda tanya kenapa terus menerus ditunda-tunda.


"Saya tidak menekan-nekan, aturannya memang seperti itu. Kalau pengadu sudah diminta keterangan, pada Rapat Pleno berikutnya dibicarakan dan diputuskan apakah keterangan dan bukti pengadu bisa ditindaklanjuti atau tidak," terangnya.

Soal kapan Rapat Pleno kembali akan digelar, anggota Komisi III DPR ini mengaku belum mengetahui. Begitu juga tentang siapa sebenarnya yang ingin menunda-nunda pembahasan itu, apakah bagian sekretariatan atau pimpinan BK DPR, politisi asal Sumatera Barat ini, lagi-lagi mengaku tak tahu. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya