Berita

syahganda nainggolan/ist

Syahganda: SBY Harus Segera Negosiasi Ulang Kontrak Perusahaan Minyak Milik Asing

SELASA, 22 MARET 2011 | 19:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak pada dasarnya harus dilihat dari kondisi keuangan negara yang semakin merosot. Kondisi APBN saat ini sangat memprihatinkan oleh banyaknya anggaran yang dikeluarkan negara untuk subsidi.

"Langkah subsidi BBM ini bisa menjadi penyelamat dalam jangka pendek. Ini bisa menjaga APBN dari kondisi berdarah-darah seperti saat ini," ujar Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan saat menjadi pembicara dialog interaktif bertajuk “Efektivitas Subsidi BBM dalam rangka Penghematan Anggaran” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Borobudur Jakarta hari ini (Selasa, 20/3).

Karena itu, tambah Syahganda, kebijakan pembatasan subsidi BBM hanya akan efektif dalam jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, pemerintah harus segera mengumumkan bagaimana bentuk skenario energi nasional.


"Pemerintah harus segera mengumumkan skenario energi nasional. Sebab kebijakan subsidi BBM ini hanya akan efektif dalam jangka waktu pendek saja. Sehingga pemerintah punya waktu yang lebih banyak tentang bagaimana mempersiapkan struktur baru energi nasional," papar dia.

Makanya, masih kata mantan aktivis Institut Teknologi Bandung ini, penting bagi SBY untuk segera melakukan negosiasi ulang kontrak perusahaan minyak milik asing yang menguasai 80 persen ladang minyak di Indonesia. Sehingga, Indonesia mempunyai kepastian harga dan distribusi Migas untuk kepentingan dalam negeri.

"Hal ini penting, karena pada tahun 2006, SBY mengeluarkan Keppres dan Inpres tentang Kebijakan Energi Nasional. Tapi tidak diketahui bagaimana kelanjutannya sampai sekarang ini," tandasnya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya