Berita

Hajriyanto Yassin Thohari/ist

SURAT KONGRES AS

Di Era Globalisasi Sulit Menolak Campur Tangan Asing

SELASA, 22 MARET 2011 | 18:05 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Di era globalisasi saat ini sulit bagi sebuah negara mencegah campur tangan negara dan pihak-pihak lain. Ketika angin revolusi bertiup kencang di Mesir hingga menjungkalkan Hosni Mubarak, misalnya, banyak kalangan di Indonesia yang memberikan komentar. Dan bukan tidak mungkin ada komentar-komentar yang dianggap oleh sementara kalangan di Mesir sebagai komentar yang menyakitkan dan menyinggung perasaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Yassin Thohari ketika ikut menerima delegasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa siang (22/3).

“Di era globalisasi seperti ini kita harus ekstra hati-hati, correct dan akurat. Sulit menghindarkan diri dari sorotan dunia internasional,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, karakteristik masyarakat umumnya, terlebih warga negara asing yang mengamati dari kejauhan, adalah terlalu fokus pada peristiwa yang sedang terjadi, dan mengabaikan prolog yang mengawali peristiwa. Mereka pun abai pada epilog, berupa upaya penyelesaian masalah dan konflik yang dilakukan. Intinya, pemerhati ada yang memang hanya fokus pada persoalan saja, serta tidak peduli pada sebab akibat dan akhir dari konflik.

Hajriyanto mengutip pemberitaan media asing Newsweek yang menurunkan berita sepanjang dua setengah halaman berjudul Intolerant Indonesia atau Indonesia yang Tidak Toleran pasca kerusuhan di Cikeusik, Banten, yang menewaskan tiga orang anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Ini sebutnya, adalah bukti dunia internasional akan sangat sensitif pada isu HAM, kebebasan dan agama. Sementara bagi sementara orang Indonesia, peristiwa Cikeusik dan sejenisnya hanya merupakan insiden.

“Kita harus terus mengkampanyekan Islam yang moderat dan pluralis. Kita akan selalu disorot, terlebih adalah kita negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, juga negara demokratis,” demikian Hajriyanto. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya