Berita

neta s pane/ist

Kenapa Teror Bom Ramai Menjelang Kabaintelkam Polri Pensiun?

MINGGU, 20 MARET 2011 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rentetan aksi teror bom belakangan ini mengundang keprihatinan bagi semua pihak, tak terkecuali lembaga yang selama ini memantau sepak terjak Kepolisisian Republik Indonesia, yaitu Indonesia Police Watch.

Aksi ini semakin memprihatinkan karena dimulai dari kecerobohan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan, yang menyalahi prosedur dalam menangani paket mencurigakan di Utan Kayu, Selasa lalu.

Demikian dikatakan Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 20/3).


Yang menjadi sorotan Neta lainnya adalah kenapa aksi teros bom itu terjadi menjelang akhir masa jabatan Kepala Bagian Intelijen dan Keamanan Polri Komjen Wahyono.  Wahyono akan pensiun 15 April 2011 mendatang.

"Bersama akan pensiunnya Wahyono, terjadi tarik menarik di internal Polri. Akpol (angkatan) '78 disebut-sebut akan menggantikan posisi Wahyono. Isu ini membuat angkatan Akpol lain gerah. Mereka berharap posisi-posisi strategis tidak hanya didominasi dan dimonopoli Akpol 78," jelas Neta.

Sebab sejauh ini, ada 10 posisi strategis di Polri yang dijabat oleh perwira dari kalangan Akpol angkatan '78. Dua di antaranya adalah, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Wakapolri, Komjen Nanan Sukarna.

"IPW berharap konsolidasi yang sudah dibangun Kapolri Timur dapat berjalan konsisten, sehingga Polri bisa segera ungkap teror bom dan publik tidak resah dibuatnya," demikian Neta. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya