Berita

capitol hill/ist

SURAT KONGRES AS

Diabaikan, SBY Akan Kesulitan Dapat Suaka Politik

JUMAT, 18 MARET 2011 | 21:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kabar tentang surat yang dikirimkan 27 anggota Kongres Amerika Serikat untuk Presiden SBY masih belum jelas kabar beritanya. Disebutkan bahwa surat itu berisi kecaman ke-27 anggota Kongres AS atas perlakuan pemerintah pusat dan daerah di Indonesia terhadap pengikut Ahmadiyah.

Jurubicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, sampai saat ini surat itu belum tiba di meja Sekretaris Pribadi Presiden SBY. Kementerian Luar Negeri juga belum bisa menjelaskan lebih detail karena belum membaca.

Namun demikian, ada saran menarik yang disampaikan aktivis prodemokrasi Adhie Massardhie. Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih itu menyakini bahwa surat tersebut memang ada. Kalau pun belum tiba di meja SBY, paling-paling hanya persoalan waktu saja.


Adhie menyarankan, agar SBY memberikan respons yang pantas dan tegas terhadap surat itu. Jangan sampai diabaikan. Karena ini berkaitan dengan masa depan SBY.

Sebut Adhie kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu, kalau SBY mengabaikan surat itu, ke-27 anggota Kongres dapat menggunakan pengaruh mereka untuk memboikot SBY.

"Bayangkan bila ada perubahan signifikan di Indonesia, dan SBY terpaksa turun dari jabatannya di tengah jalan. Pemerintah Amerika tidak akan mau memberikan perlindungan untuk dirinya. Misalnya, tidak akan mau memberikan suaka. Jadi agar tidak fatal, harus dikomentari," sebut Adhie serius.

Apa yang akan dialami SBY bila perubahan politik terjadi dan SBY tetap memilih tinggal di Indonesia?
 
Adhie menjawab pertanyaan itu dengan tak kurang seriusnya.

"Karena terlalu banyak lawan politik, juga orang yang sakit hati karena dikhianati, maka bukan tidak mungkin SBY akan tercatat sebagai mantan presiden Indonesia pertama yang setelah tak berkuasa diadili dan kemudian masuk bui," demikian Adhie lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya