Berita

tifatul sembiring/ist

KISRUH PKS

Tifatul Sembiring: Baju Kotor Jangan Cuci di Rumah Tetangga

JUMAT, 18 MARET 2011 | 10:56 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Tifatul Sembiring menyesalkan kekisruhan yang terjadi di tubuh partai yang pernah dipimpinnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Laporan yang disampaikan Ustad Yusuf Supendi Lc ke Badan Kehormatan (BK) DPR mengenai Ketua Dewan Syuro, Presiden dan Sekjen PKS, sebut Menteri Komunikasi dan Informatika itu dapat mencoreng wajah PKS dan dakwah.

"Sebenarnya hal ini dapat dibicarakan di internal secara kekeluargaan, tidak perlu dibawa keluar. Istilah saya, kalau baju kotor jangan dicuci di rumah tetangga. Ini dapat menimbulkan praduga dan citra negatif terhadap PKS dan dakwah,” kata Tifatul kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Jumat, 17/3).

Tifatul mengimbau, kader yang merasa dizhalimi atau melihat indikasi perbuatan melawan hukum agar melaporkan hal itu kepada lembaga yudikatif di tubuh PKS, seperti Dewan Syariah dan Badan Penegak Disiplin Organisasi.

Tifatul juga mengatakan dirinya sempat mengkonfirmasi hal ini kepada Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq. Ia mendapatkan penjelasan bahwa Yusuf Supendi telah dipecat dari PKS tahun 2010 yang lalu.

Pada thn 2004 Yusuf Supendi dikeluarkan dari Dewan Syariah Pusat PKS karena melakukan pelanggaran AD/ART. Lalu Dewan Kehormatan Majelis Syuro PKS bersidang dan memutuskan Yusuf Supendi dikeluarkan dari Majelis Syuro.

“Kita telah melakukan pembinaan dan pendekatan bertahun-tahun, namun tidak berubah. Hingga terakhir dikeluarkan dari partai", ujar Luthfi seperti ditirukan Tifatul.

Kepada Luthfi, Tifatul mengimbau agar hal ini tidak diperlebar. Ia khawatir citra PKS akan menjadi negatif di mata masyarakat. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya