bambang soesatyo/ist
bambang soesatyo/ist
RMOL. Disadari atau tidak, target pengiriman tiga bom buku Selasa lalu telah memperuncing disharmoni kehidupan umat beragama, khususnya sesama umat Islam di Indonesia.
"Saya melihat ada tangan-tangan kotor yang mulai berupaya mengeskalasi sekaligus mempertegas dikotomi Islam Konservatif versus Islam Liberal di Indonesia. Saya tidak percaya pada asumsi bahwa pelaku teror bom buku adalah kelompok-kelompok yang menentang Islam liberal," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo hari ini (Kamis, 17/3).
Keyakinannya bahwa teror bukan dari kelompok yang benci pada aktivis Islam liberal mengacu pada dua indikator. Pertama, terangnya, umat beragama sudah sangat terbuka, baik dalam bersikap maupun menyatakan pendapatnya. Keterbukaan itu bisa dilihat dalam polemik seputar eksistensi Ahmadiyah di Indonesia.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28