Berita

bambang soesatyo/ist

Terbiasa dengan Keterbukaan, Umat Tak Mungkin Melakukan Teror Secara Tertutup

KAMIS, 17 MARET 2011 | 17:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Disadari atau tidak, target pengiriman tiga bom buku Selasa lalu telah memperuncing disharmoni kehidupan umat beragama, khususnya sesama umat Islam di Indonesia.

"Saya melihat ada tangan-tangan kotor yang mulai berupaya mengeskalasi sekaligus  mempertegas dikotomi Islam Konservatif versus Islam Liberal di Indonesia. Saya tidak percaya pada asumsi bahwa pelaku teror bom buku adalah kelompok-kelompok yang menentang Islam liberal," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo hari ini (Kamis, 17/3).

Keyakinannya bahwa teror bukan dari kelompok yang benci pada aktivis Islam liberal mengacu pada dua indikator. Pertama, terangnya, umat beragama sudah sangat terbuka, baik dalam bersikap maupun menyatakan pendapatnya. Keterbukaan itu bisa dilihat dalam polemik seputar eksistensi Ahmadiyah di Indonesia.


"Kalau pun ada sekelompok umat yang bersikap ekstra keras, mereka mengaktualisasikan kemarahan mereka secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi a la pelaku pengirim bom buku. Kalau pun terjadi kekerasan berdarah seperti di Cikeusik, toh aksi kekerasan Cikeusik ternyata direkayasa," terang fungsionaris DPP Partai Golkar ini.

Indikasi kedua, masih kata Bamsoet, demikian ia akrab disapa, target tiga bom buku itu tidak mematikan. Menurutnya, bom itu dirakit oleh orang yang ahli dan direkayasa agar bisa meminimalkan korban.

"Kalau pelakunya benar-benar penentang Islam liberal, saya yakin teror itu pasti mematikan. Pelakunya hanya ingin mencari sensasi dan menciptakan kehebohan baru agar publik segera berpaling dari tsunami WikiLeaks yang sedang mengguncang jantung kekuasaan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya