ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Rentetan teror bom lewat paket buku yang terjadi di Jakarta tak hanya mencerminkan ketidakberdayaan intelijen negara,
tetapi juga membuktikan ketidakmampuan Presiden SBY dan pemerintahannya
mengendalikan dan menjaga ketertiban umum.
"Kalau Polri gagal mengungkap
pelakunya, publik akan percaya bahwa tangan-tangan kotor pemerintah
berada di balik teror bom buku itu," tegas anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo lewat pernyataan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online (Kamis, 17/3).
Lanjut Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini, jika fungsi intelijen negara tidak segera
direvitalisasi, masyarakat harus siap mental karena model teror seperti
penebaran bom buku akan terus berlanjut.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28