Berita

PEPESAN KOSONG RESHUFFLE

Gerindra Diminta Ungkap ke Publik Ditawari Menteri atau Tidak

SENIN, 14 MARET 2011 | 15:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat dan Partai Gerindra diminta untuk memberikan penjelasan ke publik soal wacana kedua partai itu akan bersama-sama dalam menjalankan pemerintahan di sisa masa jabatan Presiden SBY 3,5 tahun lagi.

Hal ini perlu dilakukan karena Presiden SBY sudah dengan tegas mengatakan tidak akan akan me-reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu dalam waktu dekat. Sedangkan informasi yang berkembang Partai Gerindra akan mendapatkan dua kursi menteri, Menteri BUMN dan Menteri Pertanian.

"Perlu dilakukan klarifikasi apakah benar bahwa Gerindra ditawari masuk kabinet atau tidak. Perlu ada transparansi dari kedua belah pihak," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 14/3).


Dalam konteks ini, dia menilai, Partai Gerindra sedikit banyak telah dirugikan. Pertama, partai yang didirikan Prabowo Subianto tentu malu karena sudah menyebut pos menteri yang diajukannya. Kedua, Partai Gerindra juga dipersepsikan sebagai  partai peminta-minta karena Partai Demokrat sudah mengaku tidak pernah memberikan tawaran kepada Gerindra.

"Kami minta Partai Gerindra menjelaskan kedudukan persoalan sebenarnya. Kalau betul dia ditawari, harus ngomong, siapa yang menjadi utusan Presiden. Ini penting agar menjadi pendidikan politik ke depan. Karena transparansi itu penting saat ini," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya