Berita

Ruhut Sitompul Imbau Kader PKS Banyak Berdoa dan Dirikan Shalat Tahajjud

SABTU, 12 MARET 2011 | 22:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hingga saat ini, hanya Pimpinan PKS dari partai koalisi yang belum dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membicarakan tentang masa depan koalisi. Lima partai koalisi lainnya, Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP dan terakhir Golkar sudah dipanggil ke Istana Negara.

Karena itu, Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, mengimbau kader PKS untuk tidak banyak komentar dahulu.  

"Mahfudz Siddik nggak usah dulu banyak komentar. Apalagi menuduh macam-macam. Karena kan sudah jadi rahasia umum pimpinan PKS sampai sekarang belum dipanggil menghadap oleh Bapak (SBY). Jangan karena (Mahfudz) banyak ngomong, (PKS) nggak dipanggil," kata Ruhut saat dihubungi Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 12/3).


Hal itu dikatakan Ruhut menanggapi Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq yang menuding, selama ini ada pihak-pihak tertentu yang suka menjelek-jelekan PKS di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pihak-pihak tersebut terus membisiki SBY bahwa PKS adalah partai yang berbahaya dan harus ditendang dari koalisi.

Ruhut melihat pernyataan Mahfudz Siddiq yang juga Ketua Komisi I DPR merupakan pernyataan orang yang kalap, karena sampai saat ini Presiden PKS atau Majelis Syuro PKS belum juga dipanggil oleh Presiden.  "Jadi nggak usah banyak omong. Tunggu saja, malam shalat tahajjud, banyak berdoa. Mudah-mudahan Ketua Majelis Syuro akan dipanggil," Ruhut mengimbau.

Mengenai kapan pimpinan PKS akan dipanggil SBY, anggota Komisi III DPR ini mengaku tak tahu. Tapi, katanya, kalau tidak dipanggil-panggil juga, itu tanda-tanda PKS akan ditendang dari koalisi. "Kalau tidak dipanggil, itu ya seperti lagu Krisdayanti, (judulnya) 'Menghitung Hari'. Jadi itu tanda-tanda," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya