RMOL. Hingga saat ini, hanya Pimpinan PKS dari partai koalisi yang belum dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membicarakan tentang masa depan koalisi. Lima partai koalisi lainnya, Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP dan terakhir Golkar sudah dipanggil ke Istana Negara.
Karena itu, Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, mengimbau kader PKS untuk tidak banyak komentar dahulu.
"Mahfudz Siddik nggak usah dulu banyak komentar. Apalagi menuduh macam-macam. Karena kan sudah jadi rahasia umum pimpinan PKS sampai sekarang belum dipanggil menghadap oleh Bapak (SBY). Jangan karena (Mahfudz) banyak ngomong, (PKS) nggak dipanggil," kata Ruhut saat dihubungi Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 12/3).
Hal itu dikatakan Ruhut menanggapi Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq yang menuding, selama ini ada pihak-pihak tertentu yang suka menjelek-jelekan PKS di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pihak-pihak tersebut terus membisiki SBY bahwa PKS adalah partai yang berbahaya dan harus ditendang dari koalisi.
Ruhut melihat pernyataan Mahfudz Siddiq yang juga Ketua Komisi I DPR merupakan pernyataan orang yang kalap, karena sampai saat ini Presiden PKS atau Majelis Syuro PKS belum juga dipanggil oleh Presiden. "Jadi nggak usah banyak omong. Tunggu saja, malam shalat tahajjud, banyak berdoa. Mudah-mudahan Ketua Majelis Syuro akan dipanggil," Ruhut mengimbau.
Mengenai kapan pimpinan PKS akan dipanggil SBY, anggota Komisi III DPR ini mengaku tak tahu. Tapi, katanya, kalau tidak dipanggil-panggil juga, itu tanda-tanda PKS akan ditendang dari koalisi. "Kalau tidak dipanggil, itu ya seperti lagu Krisdayanti, (judulnya) 'Menghitung Hari'. Jadi itu tanda-tanda," tandasnya.
[zul]