Berita

ruhut sitompul/ist

Ruhut Sitompul: Kodok Pun Tahu PKS Partai Berbahaya

SABTU, 12 MARET 2011 | 21:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak ada orang yang menjelekkan Partai Keadilan Sejahtera di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan mengatakan partai itu adalah partai berhaya sehingga harus dikeluarkan dari koalisi.

"Nggak ada itu," kata Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul memastikan saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 12/3).

Namun, Ruhut membeberkan, dari tindak tanduk PKS selama ini semua pun orang tahu bahwa PKS adalah partai yang berbahaya. "Kodok pun tahu mereka partai yang berbahaya," ujar anggota Komisi III DPR ini.


Ruhut pun lalu membeberkan beberapa tindakan partai yang dipimpin Luthfi Hasan Ishaaq itu sebagai tindakan yang berbahaya. Pertama, kata Ruhut, tanggapan politisi PKS Fachri Hamzah atas pidato Presiden SBY yang disampaikan Selasa (1/3) lalu. Saat itu SBY mengatakan ada partai politik yang melanggar kesepakatan, kalau sudah tidak mau bersama, dipersilakan keluar dari koalisi.

"Tapi Fachri mengatakan inilah (SBY) pemimpin yang kekanak-kanakan. Apa nggak bahaya ini," terangnya.

Kedua soal Century. PKS ngotot dalam Panitia Khusus Bank bailout Century untuk menyelamatkan uang negara yang dirampok. Tapi, terang Ruhut, kader PKS, Muhammad Misbakhun yang justru menikmati aliran dana Bank Century.

"PKS inikan partai koalisi. Tapi dengan ditolaknya hak angket pajak, mereka lalu mengatakan inilah kemenangan mafia hukum. Itukan membalikkan fakta. Inikan bukan lagi menggunting dalam lipatan atau menusuk dari belakang, tapi sudah menusuk dari depan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya