Berita

saleh daulay/rm

Legitimasi Dipertanyakan, SBY Diimbau Segera Merapat ke Umat Islam

SABTU, 12 MARET 2011 | 18:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wibawa dan legitimasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedikit banyak belakangan ini mulai pudar. Hal ini menyusul pada kasus yang menghebohkan hari-hari ini.

Pertama soal reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. Pada kasus ini, isu reshuffle yang telah jadi perdebatan selama hampir tiga pekan ternyata pepesan kosong, padahal SBY telah mengancam anggota partai koalisi yang dinilai melanggar kesepakatan.

Kedua, soal berita berita yang ditulis The Age dan Sidney Herald Morning kemarin dengan mengutip bocoran WikiLeaks. Di situ, SBY disebut telah menyalahgunakan wewenang.


Atas dua kasus itu yang membuat legitimasinya sebagai pemimpin dipertanyakan, Presiden SBY diingatkan harus segera melakukan tindakan konkret untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingankan yang dapat menganggu stabilitas bidang politik.

"Salah satu hal yang bisa dilakuan Presiden saat ini adalah segera merangkul umat Islam. Karena sampai saat ini kita melihat SBY masih mejaga jarak dengan umat Islam," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 12/3).

Dikatakan, SBY sebaiknya mengajak dan mengundang para tokoh-tokoh Islam untuk berdialog dan kemudian mendengarkan masukan-masukan dari umat Islam. Karena diingatkannya, umat Islam merupakan warga negara yang paling banyak memilihnya pada saat pemilihan presiden dan sampai saat ini belum mendapatkan hasil kerjanya selama memimpin.

"Karena selama ini orang yang mengaku nasionalis yang ada di lingkungannya lebih banyak menjorokkannya. Makanya SBY harus mendekati umat Islam. Tapi harus melaksanakan usul-usul yang disampaikan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya