Berita

Tertawakan Demokrat, Siti Zuhro Paparkan Alasan Bicara Reshuffle

SABTU, 12 MARET 2011 | 15:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat tidak terima disebut sebagai pihak yang menekan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan perombakan kabinet. Sebaliknya, partai penguasa itu mending pengamat politiklah yang telah menekan SBY.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro, saat dimintai tanggapan atas apa yang dikatakan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustafa itu, tertawa. Meski, lantas setelah itu, dia meminta semua pihak untuk tidak saling  menuding.

"Dalam hal reshuffle, tidak perlu saling tuding dan menyalahkan, apalagi Presiden merasa ada yang yang menekan," katanya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 12/3).


Siti Zuhro memang termasuk bagian dari warga negara yang kebetulan seorang pengamat politik yang menilai pentingnya bagi SBY untuk merombak kabinet. Menurutnya, usul reshuffle itu merupakan proses dari sebab akibat.

"Inikan sebab akibat. Publik, warga negara, mencoba merespons terhadap perkembangan politik kekinian dan melihat kinerja pemerintahan. Itu yang dilakukan warga negara atau publik, karena melihat kinerja pemerintahan yang belum optimal. Karena warga negara memberikan mandat," ungkapnya.

Dalam pandangannya, sejauh ini masih ada menteri yang belum mencerminkan the right on the right place. Itulah alasan perlunya perombakan. Karena dari awal, Siti Zuhro mengidealkan kabinet kerja

"Jadi sudah saatnya Presiden melakukan evaluasi, menindaklanjuti evaluasi kerja kabinet yang tidak menggembirakan itu. Lalu mengesampaingkan hingat bingar politik. Makanya perlu memberikan role model untuk pemilu tidak hanya perampingan partai politik, tapi juga koalisi ditata ulang, dibina," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya