Berita

taufiq kiemas/ist

YUDHOYONO ABUSED POWER

Soal TK, Kejaksaan Agung Harus Keluarkan Pernyataan Resmi Disertai Data

SABTU, 12 MARET 2011 | 15:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dua koran Australia dengan mengutip WikiLeaks menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginterevnsi kasus dugaan korupsi dalam pembangunan infrastruktur yang melibatkan suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas.

Disebutkan, SBY meminta Hendarman Supandji, saat itu sebagai Jampidsus Kejagung, menghentikan proses hukum kasus tersebut.

Agar persoalannya menjadi jelas dan terang, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mendesak Kejaksaan Agung segera mengeluarkan pernyataan resmi tentang posisi Taufiq Kiemas seperti tudingan koran yang terbit kemarin tersebut. Karena, katanya, bila tidak ada kejelasan dari Kejaksaan Agung, tentu akan mempengaruhi citra TK sebagai pejabat publik, Ketua MPR.


"Sejauh ini pernyataan dari pihak Kejaksaan sangat informal. Kita mendesak supaya membukanya, agar jangan sampai ini melebar dan dipolitisasi. Kita tidak ingin semua sibuk urus politik jadi habis energri," kata Saleh kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 12/3).

Saleh menegaskan, sejauh ini Kejaksaan Agung hanya membantah dan mengatakan berita itu tidak berdasarkan pada fakta. Tapi, sayangnya, Kejaksaan Agung juga tidak mengungkapkan bagaimana faknya sejatinya.

"Selama Kejaksaan Agung tidak membisa memberikan fakta yang lebih valid dari WikiLeaks, maka kedudukan Kejaksaan dan dan WikiLeaks sama. Bisa jadi sama benar atau sama tidak benar. Makanya harus dibantah dengan fakta, bagaimana sebenarnya duduk persoalannya. Jangan asal dibilang itu bohong, tapi tidak dijelaskan," tandas Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya