siti zuhro/ist
siti zuhro/ist
RMOL. Dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia saat ini, presiden adalah seorang yang powerfull untuk menentukan apakah akan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II atau tidak.
Karena itu tidak logis, bila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku ada yang menekannya untuk melakukan hak prerogatifnya tersebut.
"Beliaukan (SBY) Presiden. Kita menggunakan sisitem presidensial. Kita sepakat memperkuat sistem itu. Jadi tidak perlu lah. Nggak relevan (dia mengatakan ada yang menekan). Orang yang powerfull kok merasa ditekan.Kecuali pengamat, wartawan mungkin ditekan-tekan. Jadi jangan kebalik-baliklah," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 12/3).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28