Berita

jusuf kalla/ist

YUDHOYONO ABUSED POWER

Istana Merasa Sejalan dengan JK Tanggapi WikiLeaks

SABTU, 12 MARET 2011 | 13:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pihak Istana mengaku tidak memiliki perbedaan dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menanggapi berita dua koran Australia yang mengutip bocoran WikiLeaks. Seperti Istana, JK pun dianggap membantah berita tersebut.
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 12/3).

Mantan jurubicara Kementerian Luar Negeri ini menegaskan, dalam pernyatannya JK membantah berita yang ditulis The Age dan Sidney Herald Morning kemarin itu. JK disebut membayar para peserta Munas Golkar tahun 2004 lalu saat dia akan melaju menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

"Pak JK membantah kebenaran itu. Dikatakan (JK) menyuap, dia tidak menyuap. Disebutkan dalam berita itu (JK) membeli suara dengan menyuap. Pak JK membantah. Jadi isinya itu tidak benar, tendensius. Pak JK kan hanya membayar hotel, transport, tapi tidak membeli suara seperti disebutkan, berarti ada kebohongan. Keakuratannya tidak bisa dipegang," jelasnya.


Tapi kan tidak sedikit publik yang mempersepsikan bahwa ada yang dibenarkan JK dari berita itu. Lalu publik membandingkan, kalau berita tentang JK saja ada yang dibenarkan, jangan-jangan berita tentang SBY juga ada benarnya. Bagaimana tanggapan Anda?

"Tidak, Pak JK yang saya tangkap sebagai orang yang menyatakan itu tidak benar dia menyogok orang per orang dengan memberi uang berapa juta, tapi saya tidak tahu angkanya. Tapi dibilang itu tidak benar. Hanya saja dikesankan sebagai pembenaran, tapi faktanya membantah kok. Pak JK membantah yang saya tangkap. Cukup keji ya, disebut membeli suara dan lain-lain," jawabnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya